Sambutan Ketua Ranting
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Puji syukur alhamdulillah kita panjatkan ke hadlirat Allah swt yang telah memberikan kepada kita semua segala nikmat dan karunia serta membimbing langkah kita untuk menapaki jalan menuju rahmat dan ridho-Nya.Salawat serta salarn semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Besar Muhammad Saw. pemimpin para pejuang, petunjuk llahi, makhluk yang terbaik, penolong kebenaran yang menjadi tauladan kita semua.
Sejarah telah mencatat bahwa, ulama, pesantren termasuk didalamnya, thariqot dan pencak silat memiliki peranan yang besar dalam perjuangan bangsa lndonesia. Di zaman kerajaan/kesultanan dan era walisongo, para urama dan kaum persilatan
memiliki peran yang sangat signifikan bagi pembentukan karakter. Demikian pula di era kolonial, para ulama yang pada umumnya sekaligus pesilat merupakan penyemai jiwa cinta tanah air dan perlawanan terhadap penjajah. Sedangkan di era pergerakan nasional, peran tersebut semakin kuat hingga dicapainya kemerdekaan bangsa ini. pesantren dan para ulama, karenanya dapat disebut sebagai “centrum” sosial dan “habitus” budaya.
Pesantren sebagai rahim lahirnya Nahdlatul Ulama (NU) yang tersebar dihampir seruruh nuiantara memagari diri secara mandiri dengan pencak silat. Bertumbuhnya pesantren – pesantren saat itu, tradisi pencak silat santri berkembang menjadi sebuah perguruan-perguruan, yang kemudian diikui oleh masyarakat sekitar. Seiring perjalanan waktu, jumlah perguruan diluar pesantren kian bertambah dengan beragam aliran, khasanah dan amaliyahnya. pencak silat NU PORSIGAL sebagai tradisi dan budaya merupakan “benteng pertahanan” pesantren melalui olah-kanuragan secara fisik maupun olah
spiritual (riyadloh/tirakat) untuk mengimbangi berkembangnya tujuan dakwah dan pendidikan melalui pesantren. karenanya sangat beralasan bila pesantren dan NU menjadikan pancasila sebagai dasar negara dan Negara Kesatuan Republik rndonesia
(NKRI) sebagai bentuk final yang wajib dipelihara dan dipertahankan.
Sebagai seni beladiri dan prestasi, sudah saatnya pencak silat Pendidika Olahraga Silat Indah Garuda Loncat (PORSIGAL) memperkuat dan meneguhkan kembali peran sertanya. Berbekar kekayaan khasanah olah kanuragan, amaliyah spiritual pencak sirat yang diwariskan kepada kita, pengembangan dan penataan organisasi kedalam sangat mendesak untuk dilakukan untuk mengisi dan memenuhi kebutuhan pencak silat dihampir semua tingkatan lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal. Dengan Memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mengamalkan Pencak Silat berdasarkan ajaran lslam berhaluan ahlussunnah waljama’ah dan menganut salah satu madzhab empat, mengawal dan menjaga para ulama dan pengikut-pengikutnya dalam melakukan kegiatan-kegiatannya untuk menciptakan kemaslahatan masyarakat, kemaiuan bangsa dan menjunjung setinggi-tinginya harkat martabat manusia, pencak silat PORSIGAL telah menjadi kebutuhan penting untuk “membentengl” generasi muda secara mental, spiritual dan fisik.
Kita sadar bahwa potensi terpendam yang dimiliki PORSIGAL selama ini belum tergali dengan baik. karena itu, support dan bimbingan para masyayikh, dewan penasehat, dewan khos maupun majelis pendekar, merupakan motivasi yang sangat berharga untuk memperkuat hikmah mengabdi, memperteguh muru’ah serta mempertajam visi organisasi ke depan yang lebih baik, tidak kalah pentingnya
menjaga silaturrahim dengan segenap keluarga besar PORSIGAL, khususnya selaku orang tua para Santri PORSIGAL, termasuk semua relasi kekuatan strategis di negeri ini.
Dalam pembenahan internal organisasi, PORSIGAL harus melakukan penguatan dan penataan struktur organisasi kepengurusan dari tingkat pusat hingga tingkat ranting secara intensif dengan melakukan pelatihan manajemen organisasi, meningkatkan prestasi, pelatihan pelatih, wasit dan juri, silaturahim antar perguruan.
Penting bagi kita segenap pengurus PORSIGAL disemua tingkatan untuk melakukan inventarisasi perguruan-perguruan pencak silat yang tersebar diseluruh indonesia. lnventarisasi ini bertujuan untuk memperkuat tali persaudaraan sekaligus membangun komunikasi intensif guna menjaga bangsa dari pengaruh eksternal yang merusak, gerakan terorisme-radikalisme agama, aliran sesat, dan sebagainya. Seluruh keluarga besar PORSIGAL, tidak boleh tidak, harus menyatukan langkah memperkuat dan memperteguh olah-spiritual, olah-fisik, serta olah-intelektual dalam menghadapi tantangan dinamika perubahan zaman yang terjadi di setiap level struktur sosial kemasyarakatan dan kebangsaaan sekarang ini. Seiring sejalan dengan itu, pembinaan dan peningkatan kapasitas seluruh perguruan yang bernaung dibawah PORSIGAL hendaknya terus ditingkatkan agar dapat mencetak atlit-atlit pencak silat yang tangguh, handal dan berprestasi, baik ditingkat lokal, nasional dan mampu berperan dikancah
internasional. Pengembangan ekonomi dan pelatihan kewirausahaan bagi seluruh anggota perguruan PORSIGAL juga penting dilakukan, agar setiap pendekar PORSIGAL memiliki bekal hidup dan menghidupi implementasi filosofi pendekar, mandiri dan tidak ketergantungan.
Selain sebagai benteng NU dan Ulama, PORSIGAL adalah benteng NKRI. Khidmat PORSIGAL bagi keutuhan dan kedaulatan bangsa lndonesia merupakan tantangan, dengan menumbuh kembangkan Khasanah budaya bangsa dengan
dibekali wawasan kebangsaan yang didalamnya diisi dengan pendidikan bela negara, pengembangan intelektual, dan peningkatan pengetahuan tentang seni dan budaya asli bangsa lndonesia. Sehingga, pencak silat sebagai alat pertahanan dan keamanan negara mampu didayagunakan secara maksimal bagi pencapaian cita-cita Iuhur dari para pendiri bangsa ini. PORSIGAL adalah organisasi yang memiliki basis riil dari tingkat pusat (pengurus pusat), hingga Kecamatan (Pengurus Ranting). PORSIGAL juga membawahi ribuan perguruan bela diri di seluruh lndonesia, beranggotakan orang-orang pilihan yang memiliki ketrampilan khusus dalam bela diri baik sebagai hobi, olah raga maupun prestasi, yakni kemampuan bela diri oan Kemampuan sprritual diatas rata-rata serta jiwa kesatria sebagai pendekar. Keanggotaan PORSIGAL tidak terbatas
pada usia, jenis kelamin, maupun profesi yang memiliki unsur engkap sebagai organisasi, seni dan budaya, olah raga maupun bela diri.
Mari kita tegaskan, bahwa PORSIGAL denqan seqenap kekuatan yang dimilikinya merupakan kekuatan sipil terorganisir yang selalu siap-sedia berdiri di depan membentengi NU, Pesantren, dan banqsa ini setiap bentuk ancaman dan bahaya. Semoga dengan keikhlasan hati kita dalam mengabdi untuk kejayaan PORSIGAL dan NU senantiasa mendapatkan pertolongan dan dimudahkan segala yang menjadi niat baik kita bersama dalam menjaiankan tanggung jawab organisasi sebaik-baiknya- Amiiin yaa Rabb’alamiiin.
Wallahul muwaffiq iIaa aqwamith-thorieq
Wassalamu ‘alaikum Warohmatullahi Wabarakatuh
YUDI SUNARTO, S.Ag.M.SI.
(Ketua Ranting)
PORSIGAL
Pendidikan Olahraga Silat Indah Garuda Loncat





